Implementasi Kurikulum Merdeka MTsN Sumba Barat Tahun 2024
Waikabubak (Humas) --- Tingkatkan pemahaman guru
tentang Implementasi Kurikulum Merdeka, MTsN Sumba Barat menyelenggarakan
kegiatan MGMP Tahun Anggaran 2024. Mengusung tema “Kurikulum Merdeka: Pembelajaran
dengan Paradigma Baru dan Berdiferensiasi”, pelatihan guru yang diadakan selama
tiga hari tersebut secara khusus menggandeng pemateri dari dinas Pendidikan, Kepemudaan,
dan Olahraga Kab. Sumba Barat. Adapun pemateri utamanya adalah Frans
J. A. Ate, S.Pd, Koordinator Koordinator Guru Penggerak Kab. Sumba Barat. Kegiatan yang diselenggarakan
mulai Senin (26/02/2024) hingga Rabu (28/02/2024) dihadiri oleh 18 orang guru MTsN
Sumba Barat. Pada Kegiatan MGMP Tahun Anggaran 2023 sebelumnya menghadirkan guru
penggerak lainnya, Gusta Bara Daku Waka, SP untuk membekali para guru menjelang
implementasi kurikulum merdeka yang dimulai pada awal Tahun Pelajaran 2023/2024.
Pada pembukaan kegiatan MGMP Tahun Anggaran 2024, Kepala MTsN Sumba Barat mengharapkan dari kegiatan ini nantinya akan membawa perubahan positif bagi guru MTsN Sumba Barat. "Tujuan kegiatan ini adalah agar semua guru mendapatkan pemahaman yang sama tentang IKM. Mulai dari apa itu IKM, serta bagaimana proses pembelajarannya," terang Saudar Sanggo. Yang menjadi masalah dan kendala dalam penerapan IKM adalah mindset para guru yang masih terpaku pada pola lama. “IKM yang penerapannya dimulai pada tahun pelajaran 2023/2024 ini harus dipelajari dan dipahami untuk selanjutnya diterapkan. Guru harus keluar dari zona nyaman, IKM menuntut guru lebih dinamis”, ujar Saudar Sanggo lagi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi meluncurkan Kurikulum Merdeka
sebagai upaya mengatasi krisis pembelajaran (learning loss). Kurikulum Merdeka
yang sebelumnya dikenal dengan Kurikulum Prototipe atau Kurikulum dengan
Paradigma Baru tersebut ditawarkan sebagai salah satu opsi pemulihan
pembelajaran akibat pandemi. Dengan Kurikulum Merdeka guru dapat memilih
format, cara, materi esensial, dan pengalaman apa yang ingin diajarkan sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai. Bagi siswa, Kurikulum Merdeka dapat
mengeksplorasi potensi unik setiap individu yang selama ini terkungkung dengan
materi. Siswa bisa mengeksplor seluruh potensi dirinya melalui pengalaman
berbagai cara, misalnya bagaimana merespons lingkungan di sekitarnya. ***( Foto: Mardiana)
MTs Negeri Sumba Barat